Amal Yang Paling Baik (Amal Ibadah)

Amal Yang Paling Baik (Amal Ibadah)

Salam sodara-sodara ku :)

Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi SAW masuk pada Aisyah dan disisinya ada seorang wanita, lalu Nabi bertanya: Siapakah ini?

Aisyah berkata: Fulanah yang menuturkan shalatnya. Nabi bersadba: atasmu apa yang menjadi kemampuanmu. Demi Allah,  Allah tidak bosan sehingga kamu bosan. Agama yang paling dicintai-Nya adalah suatu (agama) yang pemiliknya (mengamalkan) terus menerus.

Sehingga amal yang paling baik menurut pandangan Allah SWT  adalah yang dilakukan secara terus-menerus.

Hari Sabtunya Orang Yahudi

Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar
aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka
terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada
mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika
suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan
mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami
mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa”. Maka
tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang
melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras,
disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang
mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina”. Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka
(orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab
yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa
golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami
coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali
(kepada kebenaran). (Al-A’Raaf: 63-68)
Kisah ini menceritakan tentang sebuah desa orang-orang Yahudi yang terletak di pesisir lautan, yaitu
sebuah desa pesisir di antara desa-desa yang mereka diami. Orang-orang Yahudi setempat telah
diperintahkan Allah untuk tidak berburu dan menangkap ikan pada hari Sabtu dan mereka dibolehkan
untuk menangkap pada hari-hari lain dalam sepekan.
Allah telah menguji mereka dengan kewajiban ini, di mana ikan-ikan itu menjauhi mereka dan jarang
ditemui pada hari-hari dibolehkannya menangkap ikan, sementara pada hari Sabtu ikan-ikan itu justru
banyak mendatangi mereka dengan terapung-apung di sekitar mereka.
Setan pun membisiki hati sekelompok orang dari penduduk desa dan membujuk mereka untuk
menangkap ikan. Akan tetapi, bagaimana caranya mereka dapat mengelak dari perintah Allah tersebut?
Setan menunjukkan alibi, cara tipu daya, serta membimbing mereka kiat agar dapat menangkap ikan
pada hari Sabtu.
Penduduk desa itu terbagi menjadi dua kelompok dalam menghadapi kelompok yang melanggar batas
tersebut. Kelompok pertama adalah orang-orang saleh dari para dai yang menjalankan kewajiban
mereka dalam dakwah dan memprotes orang-orang yang mengakali perintah-perintah Allah dengan
berbagai alibi, pelanggaran, dan perburuan mereka pada hari Sabtu.
Kelompok kedua adalah orang-orang yang berdiam diri, yang diam melihat pelanggaran orang-orang
yang melampaui batas, dan mereka justru melontarkan celaan dan penentangan terhadap orang-orang
saleh yang berdakwah, dengan alasan bahwa tidak ada manfaatnya menasihati dan memperingatkan
sekelompok orang yang memang sudah sepantasnya binasa dan akan mendapat azab.
Orang-orang saleh itu menjelaskan kepada orang-orang yang mencela mereka dan mendiamkan
kemungkaran itu bahwa mereka memprotes kemungkaran itu dengan tujuan melepaskan tanggung jawab
di hadapan Allah dan demi menunaikan kewajiban serta agar mereka mau bertakwa.

Ketika Iblis Bertamu Kepada Rasulullah

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW
(Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan: “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

Rasulullah bertanya: “Siapa yang memaksamu?”
Iblis mejawab: Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin. Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

Rasulullah: “Siapa selanjutnya?”
Iblis: “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang yang selalu bersuci.”

Rasulullah: “Siapa lagi?”
Iblis: “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

Rasulullah: “Apa tanda kesabarannya?”
Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

Rasulullah: ” Selanjutnya apa?”
Iblis: “Orang kaya yang bersyukur.”

Rasulullah: “Apa tanda kesyukurannya?”
Iblis: “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

Rasulullah: “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
Iblis: “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

Rasulullah: “Umar bin Khattab?”
Iblis: “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

Rasulullah: “Usman bin Affan?”
Iblis: “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

Rasulullah: “Ali bin Abi Thalib?”
Iblis: “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Rasulullah: “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
Iblis: “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

Rasulullah: “Kenapa?”
Iblis: “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

Rasulullah: “Jika seorang umatku berpuasa?”
Iblis: “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

Rasulullah: “Jika ia berhaji?”
Iblis: “Aku seperti orang gila.”

Rasulullah: “Jika ia membaca al-Quran?”
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

Rasulullah: “Jika ia bersedekah?”
Iblis: “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

Rasulullah: “Mengapa bisa begitu?”
Iblis: “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

Rasulullah: “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
Iblis: “Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah: “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
Iblis: “Taubat orang yang bertaubat.”

Rasulullah: “Apa yang dapat membakar hatimu?”
Iblis: “Istighfar di waktu siang dan malam.”

Rasulullah: “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
Iblis: “Sedekah yang diam – diam.”

Rasulullah: “Apa yang dapat menusuk matamu?”
Iblis: “Shalat fajar.”

Rasulullah: “Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: Iblis: “Shalat berjamaah.”

Rasulullah: “Apa yang paling mengganggumu?”
Iblis: “Majelis para ulama.”

Rasulullah: “Bagaimana cara makanmu?”
Iblis: “Dengan tangan kiri dan jariku.”

Rasulullah: “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
Iblis: “Di bawah kuku manusia.”

Rasulullah lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
Iblis: “Pemakan riba.”

Rasulullah: “Siapa sahabatmu?”
Iblis: “Pezina.”

Rasulullah: “Siapa teman tidurmu?”
Iblis: “Pemabuk.”

Rasulullah: “Siapa tamumu?”
Iblis: “Pencuri.”

Rasulullah: “Siapa utusanmu?”
Iblis: “Tukang sihir.”

Rasulullah: “Apa yang membuatmu gembira?”
Iblis: “Bersumpah dengan cerai.”

Rasulullah: “Siapa kekasihmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

Rasulullah: “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

Rasulullah: “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
Iblis: “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Tahukah kamu Muhammad? Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata: “Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. “Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Tahukah kau Muhammad? Dusta berasal dari diriku. Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, Umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad? Orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. Jjika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu? Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

Rasulullah bertanya: “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
Iblis: “10 macam”
Rasulullah: “Apa saja?”
Iblis mejawab:
1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman: “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman: “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan.” (QS Al-Isra : 27).

9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab: “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata: “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat:
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.” (QS Hud :118 – 119)

Juga membaca:
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Silakan Di Ambil Hikmahnya :)

Selamat Datang!

Selamat Datang!

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat datang di SHOLAT COMMUNITY

( Sholat Organization Indonesia )

Setelah sekian lama website dalam maintenance dan tidak adanya backup dari website yang sebelumnya, akhirnya Sholat Community Website bisa mengudara kembali.

Ayo kawan semua, kita mulai awal tahun 2010 dengan kebaikan.

Silakan menulis dan berbagi artikel tentang Islam di Sholat Community.

Tujuan dibuat website ini untuk memperkaya pengetahuan tentang Islam. Diharapkan dengan adanya SHOLAT COMMUNITY dapat mempersatukan Umat Muslim di INDONESIA atau di LUAR INDONESIA.

Apresiasi sangat tinggi bagi anda yang telah berkenan untuk register atau bergabung dalam SHOLAT COMMUNITY. Untuk itu, diharapkan anda semua bisa berbagi artikel tentang Islam sekaligus memperkenalkan diri, agar anggota Sholat Community yang lain dapat lebih saling mengenal.

Pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”  :)

Akhirul kalam, terima kasih banyak sahabat muslim.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Regards

Yogi Steviano Putra

Jakarta Head Staff Sholat Community